DUTA MASYARAKAT, 12 Mei 2010
________________________________________
Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) memastikan menggelar muktamar ke-2 pada 26-30 Oktober 2010. Muktamar kali ini terbilang istimewa lantaran diselenggarakan bukan di tempat biasa melainkan di kapal pesiar.
“Kalau muktamar partai di Asrama Haji atau hotel itu sudah biasa. Kita (PKNU) ingin menyelenggarakan yang tidak biasa dan tak akan pernah dipikirkan oleh siapa pun. Insya Allah kami akan gelar muktamar ke-2 di kapal pesiar. Jadi selama muktamar berlangsung peserta dan panitia terapung di laut,” terang Muhktar Tahir, Ketua Panitia Muktamar, kepada Duta usai memimpin rapat, Senin (10/5).
Muhktar menjelaskan, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan. Pertama, peserta akan terkonsentrasi penuh di satu tempat. Sehingga diskusi dan pembahasan materi-materi muktamar akan lebih serius. “Untungnya adalah peserta tidak dapat keluyuran ke mana-mana. Mereka harus serius mengikuti acara demi acara,” paparnya.
Kedua, katanya, dalam hitung-hitungan pembiayaan ternyata di kapal pesiar jauh lebih murah dari pada di hotel atau asrama haji. “Kita akan buktikan bahwa untuk mengurusi hal-hal serius juga dapat dilakukan sambil wisata bahari. Kita tahu bahwa negara kita adalah negara bahari. Jadi muktamar sekaligus wisata dan studi bahari,” tukasnya,
Menurut Muhktar, pihaknya juga akan mendaftarkan ke Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai partai yang pertama kali menggelar muktamar di kapal pesiar.
Tentang kapasitas, Muhktar memastikan kapasitas serta fasilitas kapal pesiar tidak kalah dengan asrama haji atau hotel. Dikatakan, kapal pesiar mampu menampung sekitar 3.000 penumpang.� Jumlah itu sesuai dengan estimasi jumlah peserta muktamar.
“Peserta resmi muktamar sekitar 2.500 orang. Jumlah dari 477 cabang x 5, 33 wilayah x 5 plus DPP dan panitia. Jadi seluruhnya sekitar 3.000 orang,” ungkapnya.
Kepastian muktamar tersebut sekaligus menjawab keraguan sebagian kalangan, kader dan simpatisan partai yang didirikan para ulama ini tetap eksis. Bahkan PKNU juga memastikan tetap akan menjadi peserta pemilu pada 2014.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar